oleh

Sosialisasi Pencegahan Stunting Dan Gizi Buruk, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071  Pd IV Diponegoro


Brebes – Guna membantu program dari pemerintah tentang pencegahan dan penanganan stunting, Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071  PD IV Diponegoro hari ini telah melaksanakan sosialisasi stunting bertempat di aula Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah. Rabu, (10/08/2022).

Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Tentrem Basuki dalam sambutannya menyampaikan.    Dalam Sosialisasi ini kita bermaksud untuk membantu program pemerintah dalam rangka sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting.    Angka anak stunting di Indonesia jumlahnya masih sangat tinggi, di Kabupaten Brebes juga masih banyak. 

“Dalam sosialisasi ini akan menambah pengetahuan tentang bagaimana dampak dan solusi dalam pencegahan maupun penanganan stunting, “Tutur Dandim”.

“Saat ini Indonesia mengalami Stunting 24,4 persen, dimana Pemerintah saat ini mempunyai target turunkan stunting sampai 14 persen, Harapannya kami, yaitu menjadi bapak asuh atau orang tua angkat asuh kepada (BADUTA) Bawah Dua Tahun dimana kita harus menjadi pelopor-pelopor untuk mengurangi percepatan penurunan stunting”. Tutup Dandim.

Kami sangat mendukung pendekatan dalam penanggulangan secara lintas sektor karena stunting (postur tubuh pendek/kerdil) tidak bisa diatasi oleh peran sektor kesehatan saja tetapi harus kita lakukan secara bersama sama. Ini tugas kita semua “Imbuh Letkol Infanteri Tentrem Basuki.

Sementara Pemateri Sosialisasi Stunting dr. Hanif Robani dari Klinik Kartika Pratama 13 Kodim 0713 Brebes memberikan beberapa tips dan upaya dalam menangani stunting dan pencegahannya.

Berkaitan dengan stunting, sebenarnya dari pemerintah pusat sudah ada penanganan dan pencegahan.

Untuk menghindari dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak akibat stunting, berikut adalah cara mencegah stunting, dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia diantaranya

Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil Cara yang relatif ampuh untuk mencegah stunting adalah memenuhi gizi ibu dan anak sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar perempuan yang hamil selalu mengonsumsi makanan sehat atau suplemen berdasarkan rekomendasi dokter. Selain itu, perempuan hamil juga disarankan untuk rutin memeriksakan kondisinya pada dokter atau bidan.

Bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, mengatakan bahwa ASI berpotensi mencegah terjadinya stunting pada anak. Oleh sebab itu, para ibu disarankan untuk memberikan ASI secara eksklusif pada anak selama enam bulan. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada ASI mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang masih rentan.

MPASI sehat untuk mendampingi pemberian ASI Saat bayi menginjak usia enam bulan lebih, ibu disarankan untuk mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Pastikan makanan-makanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mikro dan makro untuk mencegah stunting. 4. Konsisten memantau pertumbuhan anak Orangtua harus terus memantau pertumbuhan buah hati mereka, terutama berat badan dan tinggi anak. Bawalah anak ke Posyandu atau klinik anak secara berkala agar langkah penanganan bisa segera dilakukan jika ada masalah kesehatan.

Menjaga kebersihan lingkungan Anak-anak sangat rentan terkena penyakit, terutama jika lingkungan di sekitarnya kotor. Faktor ini pula yang dapat meningkatkan risiko stunting. Oleh sebab itu, para orangtua harus memastikan lingkungan rumah selalu bersih dan aman sehingga anak dapat terus tumbuh sehat. (Pendim0713).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed